Berita Populer

    "Jaga Sinduraja": Gerakan Warga Lawan Pungli dan Premanisme, Dukung Ketegasan Pemerintah

    Tanggal Rilis:
    Jurnalis: Dedi W
    Memuat pembaca...
    Gerakan Jaga Sinduraja wujudkan lingkungan aman dan bebas narkoba.

    PURBALINGGA, WARTA PERWIRA – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan taringnya dalam memberantas habis praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) yang kerap kali dilakukan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas). Instruksi tanpa kompromi telah dikumandangkan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Kejaksaan Agung untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk praktik ilegal yang merugikan masyarakat luas dan menghambat iklim investasi yang sehat.

    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, langsung merespons dengan menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tegas pemerintah pusat ini. Ia dengan lantang menyatakan bahwa tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi ormas-ormas yang mencoba melakukan praktik pungli atau pemerasan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

    “Di Jawa Tengah ini, tidak boleh ada satu pun ormas yang coba-coba melakukan pungli atau pemerasan kepada masyarakat. Jika ada, segera laporkan kepada kami—bisa langsung ke Polda Jawa Tengah, Panglima Kodam IV/Diponegoro, atau bahkan langsung kepada saya. Saya akan turun langsung ke lapangan dan menindak tegas para pelakunya tanpa pandang bulu!” ujar Gubernur Luthfi dengan nada penuh komitmen.

    Gelombang dukungan terhadap langkah tegas pemerintah ini juga bergema dari lapisan masyarakat paling bawah. Di Desa Sinduraja, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, semangat perlawanan terhadap kejahatan tumbuh dari inisiatif warga sendiri. Mereka membentuk gerakan kolektif yang diberi nama "Jaga Sinduraja". Forum rembug warga ini lahir sebagai wadah untuk bersama-sama memerangi bahaya narkoba dan aksi premanisme, dengan tujuan utama menciptakan lingkungan desa yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh warganya.

    Koordinator gerakan "Jaga Sinduraja", Sujarno, menekankan urgensi melindungi generasi muda dari pengaruh buruk narkoba dan tindakan kriminal yang merusak.

    “Perlindungan terhadap masa depan anak-anak dan remaja kita dari pengaruh negatif, terutama ancaman narkoba dan premanisme yang merajalela, adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa kita abaikan barang sedikit pun,” tegas Sujarno dengan penuh kepedulian.

    Sebagai wujud nyata dari komitmen gerakan ini, warga Sinduraja bersama dengan tokoh masyarakat, para pemuda, hingga pelajar dan ibu-ibu rumah tangga secara serentak memasang baliho-baliho berukuran besar bertuliskan pesan tegas: "Jaga Sinduraja dari Narkoba dan Premanisme" di berbagai titik strategis di seluruh desa. Aksi simbolis ini menjadi penanda kuat komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan desa mereka.

    Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam gerakan "Jaga Sinduraja" menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang solid antara warga dan pemerintah dapat menjadi solusi yang efektif dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan. Forum rembug warga "Jaga Sinduraja" kini menjelma menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Purbalingga dan sekitarnya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari praktik pungli dan premanisme yang meresahkan.

    Dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kepedulian bersama yang membara, Desa Sinduraja menunjukkan bahwa perubahan positif yang signifikan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil namun konsisten di tingkat akar rumput. Harapannya, gelombang gerakan seperti ini dapat terus tumbuh subur dan meluas ke seluruh penjuru Indonesia, menciptakan negeri yang aman dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

    (Warta Perwira)

    #PurbalinggaLawanPremanisme #JagaSindurajaBebasPungli #PrabowoTegas #GubernurLuthfiDukung #SinergiWargaPemerintah #DesaAmanMulaiDariKita #WartaPerwiraMengawalKeadilan

    Komentar

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *