Berita Populer

    Purbalingga Gempar: Video 'Begal' Viral Ternyata Sandiwara! Polisi Ungkap Motif Pilu di Baliknya

    Tanggal Rilis:
    Jurnalis: Dedi W
    Memuat pembaca...

    Kapolres Purbalingga ungkap fakta hoaks video begal
    BREAKING! Kapolres Purbalingga ungkap fakta mengejutkan di balik video viral begal: HOAKS!

    WARTA PERWIRA, Purbalingga - Jagat media sosial Purbalingga sempat dihebohkan dengan video viral aksi begal. Namun, fakta mengejutkan terungkap dalam konferensi pers yang digelar Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar di Mapolres Purbalingga, Sabtu (15/2/2025) sore: video tersebut adalah hoaks alias berita bohong.

    Kapolres AKBP Achmad Akbar menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. "Kami merasa perlu meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat Purbalingga terkait laporan seorang remaja yang якобы menjadi korban pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet," tegasnya.

    Tim Satreskrim Polres Purbalingga bergerak cepat melakukan penyisiran digital dan penyelidikan mendalam. "Hingga sore ini, berdasarkan jejak digital dan hasil investigasi, kami menyimpulkan bahwa peristiwa begal itu tidak pernah terjadi," lanjut Kapolres, didampingi Wakapolres Kompol Donni Krestanto, Kasat Reskrim AKP Aris Setiyanto, dan Kasi Humas AKP Setyo Hadi.

    Fakta yang terungkap lebih mencengangkan. Pria yang awalnya disebut sebagai korban, berinisial B, warga Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, ternyata merekayasa kejadian tersebut. Motifnya? Aspek ekonomi yang memilukan.

    "Saudara B menerima sejumlah uang dari keluarganya untuk keperluan tertentu. Namun, uang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Untuk mengelabui keluarganya, yang bersangkutan mengarang cerita begal seolah-olah uang dan barang miliknya raib," beber Kapolres.

    Rangkaian kebohongan B pun terstruktur. Ia membeli spray medis untuk menghilangkan rasa sakit, menyiapkan cutter untuk melukai diri sendiri, dan bahkan memukulkan batu ke kepala serta helmnya sendiri. Setelah melukai diri, ia mendatangi rumah warga dan mengarang cerita menjadi korban begal, yang kemudian memicu viralnya video di media sosial.

    Terungkap bahwa uang senilai Rp 2.700.000 yang seharusnya digunakan untuk membeli mesin perontok padi dari mertuanya, ludes dalam tiga hari akibat kecanduan judi online.

    Secara hukum, Kapolres menjelaskan bahwa B telah melakukan tindak pidana laporan palsu. Namun, Polres Purbalingga memilih pendekatan yang lebih edukatif. "Kami tidak akan menindaklanjuti laporan palsu ini melalui proses hukum. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua tentang bahaya judi yang merusak segala aspek kehidupan, termasuk keluarga," ujar Kapolres.

    Langkah selanjutnya, Polres Purbalingga akan memberikan pembinaan kepada B agar lebih memahami hukum, menyadari kesalahannya, dan tidak lagi terjerumus dalam perjudian. Ia kemudian akan dikembalikan kepada keluarga dan pemerintah desa setempat.

    (Humas Polres Purbalingga/Redaksi Warta Perwira)

    #HoaksBegalPurbalingga #PurbalinggaAman #LaporanPalsu #JudiOnlineMerusak #PolisiPurbalingga #BeritaPurbalingga #FaktaBukanHoaks #KriminalPurbalingga #InvestigasiPolisi

    Komentar

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *