Berita Populer

    PURBALINGGA, Kawah Candradimuka Pariwisata Jateng: 300 Penggerak Wisata Bertukar 'Jimat' di Jambore Pokdarwis!

    Tanggal Rilis:
    Jurnalis: Dedi W
    Memuat pembaca...

    Purbalingga jadi pusat mimpi besar pariwisata Jateng! Jambore Pokdarwis bahas strategi sinergi antar daerah, mewujudkan "One Stop Destination" Banyumas Raya, dan memberdayakan potensi wisata lokal.

    PURBALINGGA, WARTA PERWIRA – Purbasari Pancuran Mas, yang biasanya dikenal dengan kesegaran airnya dan legenda mistisnya, pada Sabtu (17/5/2025) bertransformasi menjadi "Kawah Candradimuka" bagi para penggerak pariwisata Jawa Tengah. Lebih dari 300 "petapa" pariwisata, yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai penjuru provinsi, berkumpul untuk bertukar "jimatan" – gagasan, inovasi, dan semangat – dalam gelaran Jambore Pokdarwis tingkat Jawa Tengah.

    Mengusung filosofi mendalam "Pokdarwis Ngopeni Pariwisata Edi Peni", jambore ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ia menjadi laboratorium ide, tempat para garda depan pariwisata akar rumput ini mengasah kapasitas diri untuk membangun wisata yang tak hanya indah dipandang, namun juga bernilai bagi masyarakat dan lingkungan. Layaknya para pandai besi menempa logam, berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat "senjata" para Pokdarwis: Lomba Paparan yang mempertontonkan keunikan dan strategi pengelolaan wisata lokal, pertunjukan kesenian yang memukau sebagai representasi kekayaan budaya, hingga diskusi-diskusi kreatif yang membedah potensi pariwisata berbasis masyarakat dengan sentuhan inovasi.

    Syurya Deta Syafrie, Plh. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, melihat jambore ini sebagai panggung apresiasi bagi para "pahlawan" pariwisata di tingkat desa. "Merekalah yang dengan tulus menjaga, merawat, dan mempromosikan permata-permata wisata yang tersembunyi di Jawa Tengah," ujarnya dengan nada bangga.

    Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, sang "tuan rumah" yang enerjik, tak kalah antusias. Ia menekankan bahwa membangun pariwisata unggul tak bisa dilakukan sendiri-sendiri. "Sinergi dan kolaborasi antar daerah adalah 'bahan bakar' utama kita. Saya sangat mengapresiasi kepercayaan menjadikan Purbalingga sebagai 'medan' pertemuan para Pokdarwis se-Jawa Tengah ini," tuturnya, sembari membayangkan Purbalingga dan Banyumas Raya kelak menjadi "One Stop Destination" yang memikat hati para pelancong.

    Namun, bagi Bupati Fahmi, membangun pariwisata bukan sekadar membangun fisik atau memasang baliho promosi. Esensinya terletak pada penguatan "roh" pariwisata itu sendiri: sumber daya manusia. Ia berharap jambore ini menjadi katalisator untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang maju dan berkelanjutan, di mana setiap individu memiliki peran dan kapasitas yang mumpuni.

    Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, melihat jambore ini sebagai "war room" strategis untuk memperkuat "kode komunikasi" antar Pokdarwis. "Semangat ngopeni lan nglakoni harus menjadi DNA kita, mendorong Jawa Tengah menjadi provinsi yang gemilang melalui pariwisata yang berkarakter," serunya, sambil menyingkap visi bahwa di tahun 2027, pariwisata akan menjadi lokomotif utama pembangunan ekonomi Jawa Tengah. "Ingat, orang datang karena tiga hal: wisata, perdagangan, dan investasi. Dan semuanya berakar pada pariwisata yang otentik dan dikelola dengan cinta," imbuhnya.

    Kunci otentisitas itu, menurut Sujarwanto, terletak pada "local storytelling". Setiap desa wisata menyimpan cerita unik yang jika dikemas dengan kreativitas dan sentuhan budaya, akan menjadi magnet yang tak tertahankan. Desa-desa wisata bukan lagi sekadar destinasi, melainkan poros-poros pertumbuhan ekonomi yang siap meledak.

    Daniel Bayu Anggara, Sekretaris Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah, berharap jambore ini menjadi "suntikan semangat" bagi para pejuang pariwisata di garis depan. Ia mengajak seluruh anggota Pokdarwis untuk menumbuhkan rasa "handarbeni" – memiliki dan mencintai – terhadap pariwisata lokal, serta terus memperkuat akar budaya daerah sebagai daya tarik utama.

    Di bawah langit Purbalingga yang cerah, ratusan mimpi tentang pariwisata Jawa Tengah yang gemilang tampak bersemi. Jambore Pokdarwis ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, melainkan tonggak sejarah kolaborasi, tempat para penjaga kearifan lokal merajut kekuatan untuk masa depan pariwisata yang berkelanjutan dan membanggakan.

    (GIN/Kominfo - Warta Perwira)

    #JamborePokdarwisJateng #PariwisataJatengBangkit #PurbalinggaTuanRumahHebat #SinergiPariwisata #NgopeniPariwisataEdiPeni #LocalStorytelling #DesaWisataBerdaya #WartaPerwiraMenggaliPotensi

    Komentar

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *