Visi Emas Purbalingga 2029: Kemiskinan Ditekan, Ekonomi Meroket!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Purbalingga, WARTA PERWIRA – Angin perubahan optimis bertiup kencang di Purbalingga! Sebuah cetak biru pembangunan yang visioner dan penuh ambisi telah resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, target penurunan angka kemiskinan hingga mencapai satu digit dan peningkatan signifikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita menjadi fokus utama. Visi mulia ini dipaparkan dengan penuh semangat oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD yang berlangsung khidmat di Pendopo Dipokusumo pada Kamis (15/5/2025).
Di hadapan para pemangku kepentingan yang hadir, Bupati Fahmi dengan antusias menguraikan lima pilar strategis yang akan menopang pembangunan Purbalingga selama lima tahun mendatang. Kelima pilar tersebut meliputi: penguatan infrastruktur yang merata dan berkeadilan, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, akselerasi ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, pelestarian lingkungan hidup yang lestari dan bertanggung jawab, serta reformasi tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan efisien.
Target-target kinerja yang ditetapkan dalam RPJMD ini pun tidak main-main, menunjukkan ambisi besar untuk membawa Purbalingga menuju kemajuan yang pesat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan merangkak naik hingga menyentuh angka 73. Sementara itu, upaya pengentasan kemiskinan menjadi prioritas utama dengan target penurunan hingga kisaran 10,00%–10,95%. Komitmen terhadap kelestarian lingkungan juga tercermin dalam target penurunan emisi gas rumah kaca serta peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) yang ambisius, yakni mencapai angka 85. Tak hanya itu, kemandirian fiskal daerah juga menjadi fokus dengan target rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap PDRB sebesar 1%, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diukur melalui target PDRB per kapita yang fantastis, yakni mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta per tahun.
Bupati Fahmi juga menyoroti lima isu strategis krusial yang akan menjadi game changer dalam pembangunan Purbalingga ke depan. Gelombang bonus demografi menjadi perhatian utama, di mana peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan menjadi kunci untuk menciptakan generasi produktif yang kompetitif dan inovatif. Tantangan geografis Purbalingga yang tidak dilalui jalur utama justru dilihat sebagai peluang unik untuk mengembangkan ekonomi inklusif yang berbasis pada keunggulan SDM lokal yang dikenal memiliki etos kerja ulet, teliti, dan berdaya saing tinggi.
Keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan juga menjadi prioritas yang tak terpisahkan, mengingat potensi besar Purbalingga di sektor pertanian, terutama di wilayah Kemangkon, Bukateja, dan Kalimanah. Peningkatan konektivitas antarwilayah dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, termasuk harapan akan segera beroperasinya Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), juga menjadi poin krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang investasi. Terakhir, transformasi dan optimalisasi tata kelola pemerintahan ditekankan untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah yang terbatas.
Arahan tegas pun diberikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat untuk berinovasi dan beradaptasi di era digital ini, dengan perencanaan dan penganggaran yang cermat, berorientasi pada hasil yang terukur, dan memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program-program prioritas nasional, seperti pembentukan Koperasi Merah Putih, juga menjadi perhatian khusus untuk segera direalisasikan di seluruh desa di Purbalingga.
Wakil Ketua DPRD Purbalingga, Aman Waliyudin, turut menyampaikan aspirasi dari lembaga legislatif, menekankan pentingnya penguatan ekonomi daerah yang berkeadilan, peningkatan ketahanan pangan melalui pemenuhan kebutuhan petani, pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan, serta pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. Sekretaris Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Nur Rohmat, memberikan apresiasi atas keselarasan program pembangunan Purbalingga dengan kebijakan pembangunan di tingkat provinsi dan nasional, dengan 34 dari 35 program prioritas yang telah siap untuk diimplementasikan.
(dhs/Kominfo/Warta Perwira)
#RPJMDHebatPurbalingga #PurbalinggaMelesat #TargetMasaDepanPurbalingga #KemiskinanTuntasPurbalingga #PDRBMeningkat #MasaDepanGemilangPurbalingga #WartaPerwiraMengawalPembangunan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar